RSS

WRONG PLACE

17 Jun

Seperti biasa hari ini aku tetap meunggu jemputan, pertama aku merasa bosan untuk menunggu sendirian dipinggir jalan. Tapi lama kelamaan aku juga terbiasa menunggu di tempat ini. Setiap hari aku selalu disibukkan dengan macam-macam kegiatan yang menyebabkan aku pulang sore . seperti les bahasa inggris, bakti social, olahraga, kegiatan extrakulikuler disekolah. Hamper setiap hari aku jarang ada di rumah kecuali hari sabtu dan minggu.
Ada beberapa hal unik dari menunggu jemputan di pinggir jalan. Seperti hari ini setelah aku selesai olahraga Softball aku pun langsung mengambil HP ku lalu menulis SMS .

Jemput aku donk sekarang didepan gerbang lapangan.

Lalu aku mengirim pesan tersebut pada kakakku, tak beberapa lama muncul balasan SMSdari kakakku

-Lia m3-
Dasar tolol aku sudah nunggu diluar, cepat keluar gih. Aku malas masuk

Balasnya, dengan bergegas aku pun melangkahkan kakiku meuju gerbang lapangan Softball. Lalu aku mendongak kanan Kiri mencari dimanakah kakakku? Karena lelah mencari aku pun kirim SMS lagi

Aku sudah ada didepan. U dmana sich?

Yups, dengan yakin aku Send. Sambil menunggu balasan aku tetap mencari kakakku. Berjalan kesana kemari bagaikan setrikaan yang digosokkan dibaju. Akhirnya kakakku membalas SMS ku tadi

-Lia m3-
hey, monyet kalau gak keluar dalam waktu 5 menit aku tinggal.

“enak aja nyebut gue Monyet. Lo sendiri tuh yang monyet.”gumamku setelah membaca balasan SMS dari kakakku. Lalu dengan perasaan yang agak jengkel, dengan terpaksa aku Miss Call dai, tidak ada jawaban, lalu dengan perasaan yang sudah meningkat aku pun merelakkan pulsaku untuk telepon ke rumah. Beberapa saat terdengar nada tunggu, lalu telpon itu pun diangkat
“Hallo!” suara disebrang. Aku sudah tebak itu pasti suara nyokap.
“Hallo, Ma? Kak Lia mana?”
“Loh bukannya sudah mama suruh jemput kamu dari tadi. Emang gak ngehubungi kamu?”tanya mamaku
“Udah tadi aku SMS, trus katanya aku suruh tunggu didepan”
“YA udah tunggu aja disana”
“ye.. aku aja da hada didepan, eh diaya gak ada. Padahal disini dah mulai sepi!”
“ya udah… tunggu yang sabar aja”ujar nyokap dengan bijak
“iya deh Aku tungguin.” Jawabku pasrah, estela aku mematikan Hanphoneku aku masih terus mencari kakakku, sambil menengok ke kanan dan ke kiri bagai orang linglung (baca: bukan orang dugem).
Estela lelah mencari, aku pun memandangi jalanan, dari keauhan aku melihat sosok kakakku yang semakin mendekat ke arahkua. Dengan sigap aku pun menghampirinya lalu bertanya
“Aduh…. Kemana aja sih?”
“tadi aku kira lu les B. Inggris, jadi aku tunggu ditempat kursus. Udah cepet naek” jawabnya polos.
Entah mengana hatiku yang semula jengkel bukan maen, tiba-tiba merasa ingin tertawa terbahak-bahak dengan keadian konyol ini.

 
Leave a comment

Posted by on June 17, 2007 in Kucer/Kumcer

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: